Rabu, 12 Juni 2013

Profil Jurusan PLS FIP UNY


A.     LATAR BELAKANG
Program studi Pendidikan Luar Sekolah (PLS) pada awalnya lahir dengan nama Program Studi Pendidikan Sosial (PS) pada tanggal 19 september 1995, saat ini menjadi salah satu program  studi di lingkup Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta, memfokuskan diri pada kajian-kajian di luar sistem persekolahan, merujuk pada Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Secara operasional Program Studi Pendidikan Nasional diarahkan pada penyiapan tenaga PLS yang berkemampuan mengelola satuan Pendidikan Luar Sekolah, memfasilitasi proses pembelajaran dan memperhatikan warga belajar dalam berbagai dimensinya, mengarahkan pada kepemilikan dan perkembangan intelegensi, kebutuhan belajar, ketrampilan belajar, ketrampilan fungsional, ketrampilan wirausaha serta pengembangan sikap dan kepribadian professional dan kemandirian masyarakat.

B.     VISI dan MISI
VISI :
Jurusan Pendidikan Luar Sekolah yang unggul di tingkat nasional berlandaskan ketaqwaan, kemandirian, kecendikiaan, dan berwawasan kebangsaan.
MISI :
1.      Mengembangkan praksis pendidikan luar sekolah yang memberdayakan masyarakat yang berkarakter
2.      Memberlajarkan masyarakat secara berkelanjutan menuju tercapainya masyarakat belajar yang berdasarkan nilai-nilai ketaqwaan, kemandirian, dan responsive terhadap tuntutan masyarakat
3.      Menyelenggarakan pendidikan professional yang berbasis penelitian
4.      Melaksanakan praktik pembelajaran dalam bidang dan program pendidikan luar sekolah.
C.     TUJUAN
Program Studi Pendidikan Luar Sekolah menyelenggarakan pendidikan akademik program studi S1 Pendidikan Luar Sekolah, menyiapkan tenaga kependidikan luar sekolah yang memiliki kompetensi : 1) Pengelolaan program PLS, 2) fasilitator pusat kegiatan belajar masyarakat, 3) pelaku wirausaha social dan pemberdayaan masyarakat.
D.     BIDANG KEAHLIAN
Mengacu pada Kepmendiknas Nomor 232/U/2000, serta SK Mendiknas No. 045/U/2002, mengenai prospek bidang pekerjaan lulusan Program Studi S1 Pendidikan Luar Sekolah, adalah sebagai Pengelola dan Pengembang Prgram PLS/PNFI serta fasilitator pembelajaran pada lembaga-lembaga PLS/PNFI, yang meliputi :
1)      Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
2)      Pendidikan Orang Dewasa
3)      Pendidikan Kepemudaan
4)      Pendidikan Kesetaraan
5)      Pendidikan Keaksaraan
6)      Pendidikan Pemberdayaan Perempuan
7)      Pendidikan Masyarakat dan Pelatihan Kerja
Pendidikan dan pelatihan lain ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik (akademik, ketrampilan-kewirausahaan) sesuai dengan kebutuhan.
E.      FASILITAS PEMBERLAJARAN
Fasilitas pendukung kegiatan pembelajaran disediakan oleh Universitas Negeri Yogyakarta / Fakultas Ilmu Pendidikan / Program Studi Pendidikan Luar Sekolah maupun hasil kerja sama dan bantuan dari masyarakat serta sumber lain, meliputi : Ruang Kuliah yang cukup representative, Laboratorium Komputer yang dilengkapi dengan LCD, OHP, Laptop, Handycam, Slide Projector, Walkman, TV, VCD Player, Mini Compo, Tape Recorder, Kamera manual dan digital, untuk meningkatkan skill dan kemampuan professional yang terkait dengan pengembangan media pembelajaran PLS,  perpustakaan Fakultas / Jurusan untuk mendukung kajian keilmuan PLS.
Dalam mendukung mempersiapkan lulusannya agar memiliki kompetensi sebagai Pendidikan Luar Sekolah maupun beberapa kompetensi pendukung lainnya, program studi PLS telah mempersiapkan fasilitas pendukung berupa Laboratorium di Luar Kampus “Rumah Pintar Omah Pasinaon di Gunung Kidul”, dengan mitra beberapa PKBM, LSM, dan SKB, BPKB, BP2KS, P2PAUDNI, Laboratorium Pendidikan Anak Usia Dini yang berlokasi di Kampus UPP II Jalan Bantul Yogyakarta sebagai ajang penelitian para dosen maupun mahasiswa, praktik perkuliahan, kegiatan PLL-KKN, pengabdian kepada masyarakat dan kegiatan akademik lainnya, serta berbagai kegiatan kerjasama dengan pihak-pihak terkait.

KULIAH UMUM JURUSAN PLS UNY bersama Mahasiswa PLS IKIP MATARAM


Selasa, Pada tanggal 19 februari 2013  Jurusan pendidikan luar sekolah (PLS), fakultas ilmu pendidikan UNY mengadakan Kluliah umum di abdulah sigit FIP UNY. Tema yang di ambil dalam acara tersebut adalah “pencerahan PLS bagi masyarakat” dengan pemberi kuliah Prof. Dr. Sodiq A. Kuntoro, M.Ed.  Dalam kuliah umum ini juga di ikuti oleh mahasiswa IKIP mataram.
Acara kuliah umum Pendidikan Luar Sekolah dimulai pukul 09.00 WIB. Kuliah umum ini diadakan setiap semester dan di ikuti oleh semua mahasiswa PLS. Tapi pada kuliah umum kali ini spesial karena di ikuti juga oleh Mahasiswa  Pendidikan Luar Sekolah IKIP Mataram  . Mahasiswa PLS IKIP Mataram terlihat sangat antusias mengikuti kuliah umum ini begitupun  dengan mahasiswa pls uny.
Kuliah umum ini di buka oleh Dekan I FIP Dr. Sugito MA. Selain membuka acara Dr Sugito MA juga menyampaikan profil Fakultas Ilmu Pendidikan UNY. Setelah itu di lanjutkan oleh sambutan ketua jurusan PLS UNY dan Ketua jurusan PLS IKIP Mataram.

Sampai Kapan Kita Parkir di Sini ?

Sampai kapan kita di sini ? Lebih tepatnya lagi, sampai kapan kita parkir di Taman Pancasila dan Taman Ki Hajar Dewantara ?  Suasana yang tampak ramai dengan kendaraan motor dan mobil di Taman Pancasila dan Taman Ki Hajar Dewantara sampai saat ini masih saja di rasakan warga kampus Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP). Tempat yang terbuka dan rindang ini sejak beberapa bulan lalu digunakan untuk tempat parkir sementara warga Fakultas Ilmu Pendidikan karena tempat parkir FIP digunakan untuk akses pembangunan laboratorium kewirausahaan UNY.
Gedung laboratorium kewirausahaan UNY yang dibangun di sebelah timur FIP mengharuskan tempat parkir FIP dipindah sementara di Taman Pancasila dan Taman Ki Hajar Dewantara. Parkiran sementara FIP yang ditargetkan akan pindah lagi ke  tempat semula bersamaan dengan selesainya pembangunan gedung laboratorium kewirausahaan UNY belum juga terlaksana.  “Sebenarnya pembangunan gedung kewirausahaan ditargetkan bulan Desember tahun lalu sudah selesai, namun tertunda karena terhalang dana sehingga tempat parkir FIP belum juga pindah ke tempat semula”, ujar  Dr. Sungkono, M.Pd. selaku Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Pendidikan.
Semakin berlama-lamanya tempat parkir FIP belum kembali ke tempat semula, banyak mahasiswa mengeluhkan tentang keamanan tempat parkir di Taman Pancasila dan Taman Ki Hajar Dewantara. Banyak terdengar pengalaman dari teman-teman mahasiswa yang kehilangan helm. Menurut Parmo salah satu satpam parkiran FIP, “Helm hilang itu sudah wajar, karena memang sudah biasa terjadi khususnya di lingkungan parkiran manapun dan juga pelakunya sulit ditangkap”. Dalam menindaklanjuti tentang pencurian helm, pihak kampus telah menyediakan tempat penitipan helm di sebelah selatan Taman Pancasila dengan penomoran sehingga lebih teratur dan aman. Namun, karena kurang tersosialisasinya tempat penitipan helm ini, banyak mahasiswa yang diwawancara mengaku belum tahu. Maka itu Wakil Dekan II mengajak mahasiswa yang mengetahui penitipan helm untuk mensosialisasikan tempat penitipan helm pada teman-teman mahasiswa lain.
Selain pencurian helm, mahasiswa juga mengeluh jika terjadi hujan seperti helm basah, jok basah, atau barang-barang yang dicentelkan di motor basah. Keluhan tersebut keluar karena tidak ada bangunan parkiran yang teduh. Tempat teduh hujan hanya di pinggir-pinggir sebelah utara gedung FIP, jadi kebanyakan mahasiswa tidak mendapatkan tempat teduh hujan.
Bagi mahasiswa yang pulang malam, berparkir di Taman Pancasila sangat merasa tidak aman, mengingat apabila malam, Taman Pancasila gelap dan motor yang masih parkir hanya satu atau dua saja, jadi satpampun lebih fokus menjaga daerah yang terletak di pinggiran gedung FIP. Satpam FIP juga menghimbau bagi mahasiswa yang pulang malam sebaiknya memakirkan motornya di pinggiran gedung FIP.
Diluar keamanan dan kenyamanan tempat parkir di Taman Pancasila dan Taman Ki Hajar Dewantara, perkiran sementara ini menyebabkan Taman Pancasila tidak bisa digunakan untuk mengadakan kegiatan kemahasiswaan. Taman yang biasa di dominasi pengguna yakni mahasiswa FIS dan FE sekarang harus mengalah untuk digunakan warga FIP sebagai tempat parkir sementara. Hal tersebut juga perintah dari Wakil Rektor II.
Harapan dari semua pihak yakni segera selesainya pembangunan laboratorium kewirausahaan UNY dan tempat parkir FIP kembali ke tempat semula. Sehingga keamanan dan kenyamanan  lebih terjaga. Taman Pancasila dan Taman Ki hajar Dewantara bisa digunakan kembali oleh mahasiswa untuk melakukan kegiatan sebagaimana mestinya dulu.
Elsa Irmawan(reporter HIMPLUS)


UKT: Sebuah Ketidakadilan


oleh: Arif S. Santoso
Akhir-akhir ini kebijakan birokrat kampus yang  paling di sorot atau mendapat perhatian yag besar oleh mahasiswa adalah kebijakan UKT. UKT (Uang Kuliah Tunggal) merupakan sebuah system pembayaran biaya kuliah yang sama pada setiap semester dan tidak menggunakan biaya pangkal atau sering di sebut SPMA. Kebijakan tersebut akan mulai diterapkan di UNY pada tahun ajaran 2013-1014. Dengan adanya kebijakan tersebut biaya kuliah sama walaupun berbeda jalur masuk.
UKT(Uang Kuliah Tunggal cenderung menguntungkan bagi golongan yang mampu sedangkan untuk gololongan yang kurang mampu akan kesulitan. UKT seolah-olah membatasi untuk para siswa dari golongan kurang mampu untuk mendaftar. Walaupun ada beasiswa tapi tidak sepenuhnya mahaswiswa dari keluarga kurang mampu dapat menikmati beasiswa.
Pendidikan memang tidak murah akan tetapi seharusnya ada subsidi untuk mahasiswa dari golongan menengah ke bawah. Sekarang saja banyak para pemuda bangsa Indonesia banyak yang tidak kuliah dan salah satu alanya karena biaya kuliah itu mahal. Besaran biaya kuliah untuk golongan menengah ke bawah sebaiknya lebih murah dari mahasiswa yang orang tuanya mampu.

GURU YANG IDEAL


Oleh Arif S. Santoso*
Guru merupakan panutan bagi murid-muridnya. Guru yang baik harus bisa menjadi ideal bagi murid-muridnya. Guru harus ideal maksudnya guru harus memiliki moral yang baik dan pengetahuan luas. Guru sebaiknya jangan hanya menyampaikan ilmu pengetahuan tapi guru harus bisa menanamkan moral kepada murid-muridnya. Contohnya seorang guru matematika sedang yang mengajar logaritma dia menyisipkan nasehat-nasehat yang baik kepada murid-muridnya. Sehingga pengajaran guru seolah-olah tidak hanya mengajarkan logaritma matematika tapi juga mengajarkan moral melalui pelajaran matematika.
            Seorang guru yang ideal harus menjadi teladan bagi muridnya maupun masyarakatnya. Guru yang ideal seolah-olah menjadi figur yang di cita-citakan oleh murid maupun masyarakat. Jadi setiap murid akan berkata “Kelak aku ingin seperti guru tersebut”. Posisi guru yang ideal bisa menjadi orang yang sangat di hargai tidak hanya para masyarakatnya tapi juga murid-muridnya.
Guru yang ideal mempunyai kebijaksanaan. Kebijaksanaan guru yang ideal adalah kemampuan guru untuk mengunakan akal budinya dalam menghadapi kesulitan. Guru harus mampu membuat keputusan yang menyelesaikan masalah-masalah pribadinya maupun murid-muridnya. Guru yang ideal selalu hati-hati, cermat dan tajam pikiranya dalam menyelesaikan masalah-masalah.
Guru yang ideal adalah guru yang mengabdi bukan guru yang materialistik atau guru yang mengharap imbalan. Bagi guru yang ideal , uang bukanlah tujuanya tapi pengabdian untuk menjadi guru adalah tujuanya. Guru adalah panggilan jiwa yaitu mengabdi menjadi guru dapat menentramkan jiwanya bukan aspek fisik seperti uang, mobil, dan rumah mewah. Guru adalah sebuah pekerjaan tapi berbeda dengan pekerjaan lain. Guru adalah pekerjaan dan buruh pabrik adalah pekerjaan walaupun keduanya sama-sama pekerjaan dan menghasilkan uang tapi guru seolah-olah memiliki nilai tawar yang lebih daripada buruh pabrik. Meskipun gaji buruh pabrik bisa lebih tinggi daripada guru akan tetapi guru bukanlah pekerjaan biasa karena untuk menjadi guru harus mempunyai moral yang baik dan pengetahuan yang luas.
Ketaatan kepada tuhan juga merupakan ciri dari guru yang ideal. Guru yang ideal tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional tapi juga harus mempunyai ecerdasan spiritual. Bagi guru yang ideal agama merupakan sebuah pegangan hidupnya dan pengabdiannya sebagai guru tidak hanya pengabdian bagi masyarakt ataupun negaranya tapi juga pengabdian bagi tuhanya.
*Mahasiswa PLS 2011 A Fakultas Ilmu Pendidikan ,Universitas Negeri Yogyakarta